Jumat, 18 Juni 2010

BERTAUBAT KEPADA ALLAH

Agus Hermawan

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung” (QS. An Nur : 31)
Dalam surat Asy Syams ayat 8 Allah swt. menjelaskan bahwasanya manu- sia mempunyai dua buah potensi dalam dirinya, yaitu potensi fujuur dan po- tensi takwa. Potensi fujuur artinya manusia dapat berperan menjadi orang-orang yang buruk, jahat dan suka berbuat maksiat, sedangkan potensi takwa ialah sebuah kondisi dimana manusia dapat berperan menjadi orang-orang yang selalu berbuat baik, bijak dan cinta beribadah. Kemudian pada ayat ke 9 dan 10 surat Asy Syams tersebut Allah swt. melanjutkan: akan beruntunglah manusia-manusia yang menjaga hati dan jiwanya dari berbagai perbuatan dosa dan maksiat, serta selalu mengisi hati dan jiwanya dengan iman dan amal soleh yang teraplikasi dalam bentuk ibadah sehari-hari , namun meru- gilah manusia-manusia yang selalu mengotori hati dan jiwanya dengan per- buatan dosa dan maksiat, serta tidak berusaha untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah swt.
Al Quran mengajarkan kepada kita, bahwasanya Allah swt. Maha Pengam pun dan Pemaaf atas dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia. Oleh karena- nya manakala manusia khilaf berbuat dosa dan kesalahan, ada jalan bagi me- reka untuk memperbaiki diri yaitu dengan bertaubat sungguh-sungguh kepa- da Allah swt. (taubat nasuha). Al Quran mengajarkan kita tidak boleh berpu- tus asa dari rahmat Allah. Walau dosa kita sebesar gunung, seluas langit dan bumi atau sedalam lautan, jika kita datang kepada Allah dengan hati yang tulus, ikhlas dan penuh harap akan ampunan Allah, niscaya Allah swt. akan memberikan ampunanNya kepada kita.
Cara bertaubat kepada Allah swt.
Dalam QS. Ali Imran ayat 135 Allah swt. menjelaskan kepada kita bagai- mana cara kita bertobat kepada Allah swt. sebagaimana firman-Nya:”Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mengania- ya dirinya sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”.
Berdasarkan ayat ke 135 surat Ali Imran di atas, maka ada tiga cara bertaubat kepada Allah swt., yaitu:
1. Dzikrullaah (ingat kepada Allah)
Orang yang melakukan perbuatan dosa pada hakikatnya dia telah melupa- kan Allah dari hatinya. Orang yang sedang berzina, mencuri, menganiaya orang lain, korupsi, memakan dan meminum barang yang haram, pada saat itu iblislah yang menguasai hati dan akalnya, sehingga tertutuplah cahaya kebenaran dalam hati nuraninya. Maka ketika asma Allah masuk ke dalam hatinya saat itu pula iblis lari dari hatinya dan terbukalah kesadaran fitrahnya menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

2. Istighfar (mohon ampun kepada Allah)
Cara kedua bertaubat kepada Allah swt. yaitu banyak mengucapkan istigh- far kepada Allah swt. dengan hati yang tulus dan ikhlas memohon supaya Allah swt. mengampuni segala dosa-dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Istighfar yang kita ucapkan, hendaknya benar-benar keluar dari lubuk hati yang paling dalam, diucapkan perlahan-lahan dan diulang sebanyak-banyaknya. Nabi Muham- mad saw. dalam hal ini mencontohkan bahwa beliau walaupun sudah menda- patkan jaminan syurga dari Allah swt. beristighfar kepada Allah swt. seba- nyak seratus kali setiap harinya, sebagaimana hadits berikut ini : “Sungguh hatiku didera kerinduan yang sangat dalam, sehingga aku beristighfar seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim).
Beristighfar kepada Allah swt. selain berfungsi sebagai permohonan ampun, juga banyak mendatangkan manfaat untuk orang-orang yang selalu mendawamkan membacanya (apalagi pada waktu sahur), sebagaimana pen- jelasan hadits berikut: "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i). Juga diterangkan kemuliaan istighfar dalam QS. Nuh ayat 10 – 12, yaitu: “Maka aku katakan kepada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (10), niscaya Ia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (11), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan menga- dakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(12)
3. Tidak meneruskan perbuatan keji
Setelah kita mengingat Allah swt. dan beristighfar disaat khilaf berbuat dosa, maka cara yang ketiga dari bertaubat kepada Allah ialah kita berjanji dan berazam kepada diri sendiri dan kepada Allah untuk tidak meneruskan atau mengulangi lagi perbuatan dosa yang sama pada waktu-waktu yang lain.
Inilah makna taubat nasuha yang sesungguhnya. Kalau sudah bertaubat, teta- pi masih mengulangi lagi perbuatan dosanya maka sama saja dia memper- mainkan Allah swt., sebagaimana disebutkan dalam hadits Dari Ibnu Abbas r.a. diriwayatkan, ia berkata: “orang yang beristighfar kepada Allah swt. dari suatu dosa sementara ia masih terus menajalankan dosa itu maka ia seperti orang yang sedang mengejek Rabbnya!”
Syarat-syarat Taubat
Taubat dari segala dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat itu terjadi 4n bantara hamba dengan Allah, tidak berkaitan dengan hak manusia maka ada

tiga syarat taubat :
1. Hendaknya ia meninggalkan maksiat tersebut
2. Menyesali perbuatannya
3. Berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya
Apabila salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah. Adapun jika maksiat itu berkaitan dengan hak manusia maka taubat itu diterima dengan empat syarat .Yakni ketiga syarat di muka, dan yang keem- pat hendaknya ia menyelesaikan hak yang bersangkutan.
Jika berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) atas tuduhan atau sejenisnya maka hendaknya had itu ditunaikan atau ia meminta maaf darinya. Jika berupa ghibah (menggun- jing), maka ia harus memo hon maaf. Ia wajib meminta ampun kepada Allah dari segala dosa.
Jika ia bertaubat dari sebagian dosa, maka taubat itu diterima di sisi Allah, dan dosa-dosanya yang lain masih tetap ada. Allah menyeru kita untuk ber- taubat dan beristighfar, Ia menjanjikan untuk mengampuni dan menerima taubat kita, merahmati kita manakala kita bertaubat kepada-Nya serta meng- ampuni dosa-dosa kita, dan sungguh Allah tidak mengingkari janji-Nya.
Ya Allah, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar